Tulisan
-
Series of Lucid Observation (SOLO) *** I was sitting on the MRT, across from a little kid with her mom beside her. It was a pretty long ride to my destination, and throughout the journey, this kid kept staring at me so intensely. Maybe I seemed peculiar in her eyes. Anyway, I returned the stare…
-
Series of Lucid Observation (SOLO) *** It’s a recurring habit of mine to question whether I’ve tapped my card onto the scanner everytime I get on a bus. It’s such a trivial thing, yet somehow the consequences feels disproportionately large. I could get yelled at by the driver, my card could be blocked or worst…
-
“Lidah lo berarti belum dewasa.” Ujar temen gw waktu gw kasih tau kalo gw gasuka sayur. Apa maksudnya coba lidah dewasa? Katanya sih kalo lidah orang dewasa itu makin ga peka terhadap rasa, jadi makin lama makin bisa menerima segala rasa makanan. “Ya, so what, I eat whatever I want to eat, sabodo teuing childish”…
-
Perlahan-lahan kubuka jendela di atas tempat tidurku. Kuhirup udara segar yang mulai menyeruak memenuhi kamar. Kukunci pintu dan mulai kubaca lembaran-lembaran kenangan. Tergambar jelas bahwa di sana aku bahagia. Bahwa telingaku sibuk mendengarkan seluruh leluconmu sedangkan mulutku tak berhenti menimpali semua kegilaanmu. Bodoh, itu aku yang dulu. Membiarkan diriku terbiasa dengan suaramu yang menagih.…
-
Bertahun-tahun aku merasa bahwa ada yang aneh dengan sekumpulan anak itu. Aku tidak iri sedikitpun dengan mereka, aku hanya bingung. Kumpulan anak yang seperti memiliki dua tuhan. Tuhan yang sebenarnya dan sebuah benda. Mereka memperlakukan benda seperti mereka memperlakukan kekasihnya, bahkan lebih romantis. Benda itu dipikirkan setiap saat, saat berbincang di kantin, saat bermain di…